Hidup di Republik Mimpi, Gunakan Hati Nurani

Bus yang saya tumpangi mulai melaju. Saya mulai duduk bersandar barang sekejap melepas lelah. Cukup beruntung hari itu mendapatkan tempat duduk. Read the rest of this entry

Tanah Abang akhir pekan, kisah Bvlgari, Hugos, Dunhill dkk ada disini

Senja yang begitu damai, nampak wajah-wajah sumringah dan berseri berjalan sibuk lalu lalang. Maklum saja hari ini hari jumat, akhir pekan yang berarti besok harinya libur kerja bagi sebagian orang. Saya berjalan dengan gesitnya menyeberangi jalan yang agak padat.
Read the rest of this entry

Jelajah gratis ke luar negeri, bukan cuma mimpi

Petualangan adalah hal yang begitu menarik bagi saya. Semenjak kecil saya selalu memimpikan untuk bisa berjelajah di berbagai penjuru dunia.
Read the rest of this entry

Secuil kisah dari Ibukota Jakarta

Sudah lama sekali rasanya saya tidak memposting artikel di blog ini. Ya maklumlah begitu banyak kesibukan mulai dari lebaran kemarin hingga akhir-akhir ini. Mulai dari mengikuti kontes IT Travelers go yang berhasil menembus babak 45 besar yang walau akhirnya kalah (akan saya ceritakan di post berikutnya) sampai dengan yang terparah yaitu migrasi pekerjaan ke ibukota Jakarta. Read the rest of this entry

MINI FIXIE : Sepeda Fixie minimalis harga lebih terjangkau

Akhir-akhir ini dikalangan anak muda sedang dilanda sebuat trend baru, bersepeda dengan sepeda Fixie. Dijalanan atau di sudut-sudut kota banyak remaja mengendarai sepeda fixie. Sepeda fixie adalah sepeda yang berbentuk seperti sepeda balap jaman dulu dengan lingkar roda yang lebar dan ban berwarna warni. Hal yang paling mudah untuk membedakannya dengan sepeda lain adalah bentuknya yang simple berwarna warni dan apabila pedal dikayuh ke belakang maka sepeda juga akan ikut mundur. Pedal akan ikut berputar terus dan tidak bias dihentikan bila sepeda belum berhenti. Hal ini terjadi karena sepeda ini memakai gear dolltrap yang hanya akan bias memutarkan roda 2 arah, tidak seperti sepeda pada umumnya.

Read the rest of this entry

Kisah tentang Hujan, Arak, Susu, dan Madu

Sebentar lagi kita akan bertemu kembali dengan bulan ramadhan, bulan penuh hikmah dan ampunan.  Setahun telah berlalu dan Alhamdulilah kita bias bertemu kembali di bulan yang suci ini. Bulan untuk mensucikan hati dan jiwa kita kembali setelah banyak kemunafikan dan kekotoran yang kita lakukan setahun belakangan ini. Hal yang wajib dilakukan kaum muslim saat bulan ramadhan adalah berpuasa. Puasa pada hakikatnya adalah menjauhi apa yang biasa kita lakukan dan yang kita sukai serta melakukan kewajiban yang jarang kita lakukan.  Puasa dalam arti yang luas tidak hanya menahan lapar dan haus saja. Dahulu kala nenek moyang kita sebelum mengenal agama juga sudah menjalankan puasa. Dengan berpuasa  akan membuat kita lebih terarah dalam mencapai tujuan yang kita cari dan terhindar dari godaan-godaan yang akan menggagalkan tujuan kita.

Read the rest of this entry

Wayang Kulit : masih eksis walau ditelan waktu

Baru-baru ini tetangga di depan tempat kerja saya ada hajatan besar, anaknya baru saja khitanan. Kebetulan juga yang punya hajatan adalah terbilang orang yang berkecukupan. Banyak acara yang diselenggarakan mulai dari jathilan, campur sari sampai pada malam terakhir yaitu pagelaran wayang kulit. Read the rest of this entry

Senja di Simpang 4 Malioboro

Senja selalu memukau dengan sunsetnya

Ada rasa tenang dan damai kala ditemani senja

Bersama suasana Malioboro yang tak pernah berubah

Dulu hingga kini,, Read the rest of this entry

Sensasi Mancing di muara sungai Glagah dan Congot

Mancing mania yang tinggal di Yogyakarta tentunya tak asing lagi dengan spot mancing di muara sungai Glagah dan Congot. Terletak 40 km di barat kota Yogyakarta dapat ditempuh dengan Bus umum tujuan Purwokerto turun di pertigaan Demen Temon dilanjutkan dengan ojek ke selatansejauh  km maka akan sampai di muara sungai Glagah. Ikan-ikan disana pun tergolong banyak dan bermacam macam seperti ikan mangar, keting, gabus, sepat,GT, dan belanak. Read the rest of this entry

Maiyahan bersama Cak Nun ( eMha Ainun Najib )

“Ditengah hiruk pikuknya kesibukan duniawi dan kurangnya mendekatkan diri kepada sang pencipta, aku tertetesi oleh sejuknya embun pagi itu yang menyentuh kalbuku, hatiku , dan juga tubuhku. Aku hampir saja meneteskan air mata dikala ku resapi alunan nada yang amat indah malam itu. Begitu jauhnya ku meninggalkanMu, begitu lamanya ku melupakanMu. Aku ingin kembali ya Rabb ”

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: